Jumat, 03 Desember 2010

Inilah Penantang Google dari Indonesia

WALIKOTA SUNGAI PENUH

Siapa yang tak mengakui Google sebagai penyedia search engine paling populer di dunia. Namun, jangan salah, ada perusahaan Indonesia yang berani menantang Google. SITTI namanya.

"Hari ini kami memberanikan diri menantang Google Inc," kata Andy Sjarif, Group CEO SITTI, saat acara "Buka Pintu", peresmian kantor baru di Grha Tirtadi, Jalan Senopati 71, Jakarta, Rabu (24/11/2010). Ia mengatakan, bukan layanan search engine yang dilawan, tetapi platform iklan kontekstual seperti AdSense dan AdWord.

Menurutnya, saol urusan search engine, Google memang jagonya. Tidak ada yang meragukan. Bahkan orang-orang di SITTI pun mengagumi kehebatan Google. Kata dia, Google mendapat keuntungan bukan karena search engine, melainkan karena pendapatan dari iklan berjaringan yang bisa menyajikan iklan sesuai konteks halaman web atau hasil pencarian yang dikunjungi pengguna internet.
"Contextual advertising adalah yang dilawan SITTI dari Google," ujar Andy Sjarif. Namun, tentu tidak semua yang diincar SITTI karena hanya pengguna web atau blog berbahasa Indonesia yang jadi sasaran saat ini. Ia percaya diri, mesin buatan SITTI dapat bersaing dengan Google, terutama untuk halaman web dan blog berbahasa Indonesia.
Untuk menguji kemampuan mesinnya, SITTI bekerja sama dengan situs web lokal selama lebih dari sebulan, mulai dari 1 Oktober hingga 5 November 2010. Dalam rentang waktu tersebut, SITTI berhasil mengindeks 600 juta halaman situs berbahasa Indonesia dan menampilkan 3300 iklan dari 529 merek.
Tidak hanya itu, SITTI pun memasang iklan yang sama ke layanan Google AdWord dengan periode yang sama dan keyword yang sama. Hal tersebut untuk mencari pembanding dan mengukur seberapa efektif mesin SITTI menyajikan iklan secara kontekstual sesuai halaman web yang dikunjungi.
Hasilnya, SITTI mengklaim lebih efektif. Dari pengukuran impresi, SITTI mendapat skor 88,5 persen, sedangkan Google 11,5 persen. Dari jumlah klik, SITTI mendapatkan 51 persen, sedangkan Google 49 persen. Click through ratio (CTR) SITTI 64,06 persen, Google 20,87 persen, dan sisanya sama. Inilah yang membuat SITTI makin percaya diri bersaing dengan Google.

"Saya berharap dalam 2-3 tahun lagi ada pertarungan platform iklan berjaringan," kata Andy Sjarif. Karena telah belajar dari jutaan halaman web, SITTI kini pun mengerti konteks kalimat, bahkan bahasa alay juga mengerti.

Ia pun berharap Google makin serius masuk ke pasar Indonesia dan menyumbang perekonomian nasional. Menurutnya, Google seharusnya membuka kantor perwakilan di Indonesia, membayar pajak untuk pendapatannya dari pasar Indonesia, dan memberikan edukasi kepada usaha kecil dan menengah agar mendapat manfaat dari internet.

Meski demikian, SITTI mengakui jauh lebih kecil ketimbang Google. Saat ini perusahaan tersebut baru mempekerjakan 25 orang dan menggunakan enam buah server. Bandingkan dengan Google yang telah mengindeks sekitar 1 triliun halaman web dalam 129 bahasa. Namun, Andy Sjarif yakin SITTI bisa bersaing karena dukungan dari komunitas internet Indonesia.
"Hari ini bukan SITTI yang nantang Google, tapi Indonesia nantang Google karena banyak publisher percaya ide kami, banyak pengiklan percaya dengan kami," pungkasnya.

Ayo Buktikan Blogmu yang Terbaik!

RADAR JAMBI: TONI.S


Microsoft kembali mengadakan kompetisi Microsoft Bloggership 2010. Kompetisi blogger pada tahun ini bertujuan untuk mencari blogger muda yang menggunakan teknologi secara efektif dan efisien untuk memberi kontribusi positif bagi Indonesia.Tahun ini Microsoft Bloggership mengusung tema "Saving Your Social Energy and Stay Connected". Peserta Bloggership diminta menuliskan sebuah artikel di blog masing-masing mengenai ide apa yang bisa mereka berikan kepada diri sendiri, masyarakat, bahkan negara, dengan bantuan teknologi.
Menurut Yvonne Tirtoprodjo, Marketing Communication Director PT Microsoft Indonesia, selain memberikan ide mereka bagi masa depan, para peserta kompetisi ini juga dapat menuliskan apa yang telah mereka lakukan dalam memanfaatkan teknologi untuk memberi kontribusi nyata bagi diri sendiri, komunitas, atau masyarakat dan hasil yang telah dicapai.
"Tantangan yang juga perlu diperhatikan adalah peserta diminta menuliskan mengenai bagaimana mereka dapat menggunakan teknologi secara efektif dan efisien, sebagai upaya menanggulangi pemborosan energi," ungkapnya di Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Pemenang kompetisi Microsoft Bloggership akan mendapat hadiah sebesar Rp 15 juta, sebuah gadget, perjalanan ke beberapa provinsi di Indonesia bersama Microsoft Indonesia, dan juga menerima berbagai pelatihan bersertifikat dari Microsoft Indonesia. Pendaftaran kompetisi Microsoft Bloggership ini telah dibuka sejak tanggal 23 November kemarin. Untuk mengetahui syarat-syarat mengikuti kompetisi ini, para calon peserta dapat melihat di situs http://pestablogger.com.

Lawan Google, Modal Nekat dan Teh Botol

RADAR JAMBI: TONI.S


Meski baru beroperasi selama enam bulan, SITTI berani menantang layanan iklan Google. Perusahaan asli Indonesia tersebut memang tidak main-main meski harus dengan modal seadanya.

"Cuma dua kelebihan kita dari Google, nekat sama teh botol," kata Andy Sjarif, Group CEO SITTI, saat acara "Buka Pintu" kantor barunya di kawasan Senopati, Jakarta, Rabu (24/11/2010). Kenapa teh botol? Kata Andy, semua orang di SITTI sangat tergila-gila dengan teh botol dan menurutnya hanya jumlah konsumsi teh botol yang bisa mengalahkan berapa kali mereka mengakses Google setiap hari.

Bahkan, dalam acara tersebut pun, Andy berdiri dengan kerat teh botol sebagai pengganti panggung. Tamu-tamu bebas minum teh botol yang khusus untuk acara tersebut disediakan sebanyak 20 kerat. Bahkan, kata Andy, penjualan teh botol di kantor yang dikelola koperasi kecil-kecilan oleh office boy di kantor tersebut adalah pendapatan perusahaan saat ini. Tentu cerita tersebut langsung disambut tertawa tamu undangan yang hadir.

Kenapa pakai nama SITTI yang terkesan jadul? Andy Sjarif mengatakan ada dua alasan mengenai pemilihan nama tersebut. Menurutnya, SITTI bukan singkatan apa pun, melainkan diambil dari nama Sitti Nurbaya, judul novel yang revolusioner dan membuat ledakan linguistik. SITTI yang juga erat kaitannya dengan linguistik ingin meniru kesuksesan novel Sitti Nurbaya.

Selain itu, nama SITTI diakui Andy terkesan lama dan kampungan. Namun, nama tersebut sengaja dipilih untuk menantang Google. "Malu dong kalau Google lawan SITTI yang kampungan atau sebaliknya kalau Google sampai dikalahkan SITTI," ujar Andy Sjarif.

SITTI berdiri enam bulan lalu dan mengembangkan platform iklan kontekstual, seperti Google AdWord dan AdSense. Mereka berusaha menyajikan iklan dalam halaman situs web atau blog sesuai isi artikel dalam halaman tersebut. SITTI telah mengindeks 600 juta halaman web berbahasa Indonesia dan menyajikan 3.300 iklan dari 529 merek. Saat ini SITTI telah mempekerjakan 25 orang dan menggunakan 6 server.

SITTI Semoga Bloger Makin Rajin Menulis

RADAR JAMBI: TONI.S
 

Kehadiran SITTI disambut baik situs web lokal dan blogger di Indonesia. SITTI merupakan platform iklan kontekstual yang menyajikan iklan sesuai isi topik artikel yang tampil di situs web tempat iklan tersebut dipasang. Hal ini karena SITTI menawarkan bagi hasil revenue yang diperoleh dari pengiklan kepada para penerbit web dan bloger.

"Mulai sekarang teman-teman bloger saat mem-publish konten atau me-review produk banyak yang tidak mendapatkan revenue yang diraih. Dengan adanya SITTI semoga teman-teman makin rajin lagi posting," kata Enda Nasution, yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia saat acara "Buka Pintu" di kantor baru SITTI, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Menurut Enda, dari data terakhir yang tercatat saat ini, ada sekitar 3,4 juta blog berbahasa Indonesia. Namun, menurutnya konten berbahasa Indonesia sendiri di internet masih sangat kurang. Kehadiran SITTI yang menjanjikan tambahan penghasilan dari iklan, ia berharap, menarik minat bloger untuk terus menulis dan pada akhirnya meningkatkan konten berbahasa Indonesia.

Sebelum ada SITTI, memang sudah ada Google AdSense dan AdWord yang juga menyediakan tawaran yang sama. SITTI pun meniru cara Google menarik keuntungan dari iklan kontekstual. Platform SITTI baru diperkenalkan selama enam bulan dan telah mengindeks 600 juta halaman web berbahasa Indonesia. Dalam uji coba selama sebulan terakhir, SITTI menyajikan 3300 iklan dari 529 merek berbeda.

KONEKSI INTERNET YANG SANGAT MEMBANGGAKAN KATA NYA

RADAR JAMBI: TONI.S

Koneksi broadband atau jaringan telekomunikasi pita lebar semakin menjadi kebutuhan, terutama ketika perangkat mobile broadband mulai membanjiri pasar. Namun, kehadiran gadget-gadget pintar itu terasa terlalu cepat sehingga tidak atau belum didukung jaringan yang memadai.

Sepertinya selalu ada kesenjangan penerapan teknologi komunikasi, selalu terlambat. Bahkan, kalau toh sudah ada, penerapannya tidak maksimal. Operator sudah sangat berbangga memiliki sekian ribu BTS, tetapi tidak pernah dijelaskan BTS dengan kualitas seperti apa.

Terminologi seperti broadband, akses unlimited sudah menjadi jargon sehari-hari yang dijual operator saat ini. Terkesan canggih, tetapi bisa berarti tidak bermakna apa-apa karena keluhan berkaitan dengan layanan itu masih banyak muncul di sana-sini.

Hadirnya ponsel-ponsel canggih (smartphone) menjadi tidak ada artinya ketika koneksi broadband tidak bisa diandalkan. Barang canggih itu hanya berfungsi seperti ponsel biasa, sekadar komunikasi suara dan SMS, selebihnya fitur yang tidak memerlukan jaringan.

Hal ini menjadi semakin terasa ketika mulai muncul iPhone, terlebih lagi ponsel canggih berbasis Android dalam setahun ini. Meski berfitur canggih, ya tetap saja terlihat ”dungu” dengan koneksi broadband yang tersendat-sendat.

Bisa jadi ini karena sampai sekarang operator masih melihat koneksi suara sebagai primadona sehingga koneksi data masih tetap nomor dua. Selain luasnya negeri ini juga merupakan kendala, apalagi daya beli masyarakat juga masih rendah.

Walaupun vendor jaringan Ericsson akhir tahun lalu menemukan bahwa lalu lintas data sudah melebihi suara di tingkat global. Trafik itu meningkat 280 persen tiap tahun selama dua tahun terakhir dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada lima tahun ke depan.

Akankah perubahan seperti ini juga akan terjadi di negeri ini?

Korelasi
Sebuah studi yang dibuat Ericsson belum lama ini memperlihatkan adanya korelasi yang positif antara pengembangan penetrasi broadband dan tambahan pertumbuhan GDP, termasuk terciptanya pekerjaan baru. Misalnya seperti setiap penambahan 1.000 pengguna broadband akan menciptakan sekitar 80 pekerjaan baru.

Mats Otterstedt, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, beberapa waktu lalu mengungkapkan, ”Indonesia memiliki potensi pertumbuhan di bidang mobile broadband yang menakjubkan. Sebagai negara keempat dengan populasi terbesar, Indonesia merupakan pasar besar dengan permintaan akan layanan telekomunikasi yang besar pula.”

Raksasa jaringan dari Swedia itu melihat pertumbuhan mobile broadband di Indonesia seiring dengan pertumbuhan indikator sosial ekonomi negara. Mobile broadband telah berkembang menjadi syarat utama bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan koneksi internet.

Pada kesempatan yang berbeda, pihak GSMA (Asosiasi GSM) pada Selasa (16/11/2010) mengungkapkan hasil riset independen yang menekankan pada dampak positif alokasi spektrum frekuensi untuk komunikasi bergerak di Asia Pasifik. Laporan yang dibuat GSMA dan Boston Consulting Group itu tentang alokasi pada pita frekuensi 700 MHz untuk komunikasi broadband.

Apabila pihak pemerintah di kawasan Asia Pasifik mengalokasikan frekuensi itu untuk komunikasi bergerak, maka akan memberikan keuntungan ekonomis dan sosial yang lebih besar dibandingkan dengan jika hanya digunakan untuk layanan seperti siaran. Sepertinya harmonisasi pita frekuensi 700 MHz ini memberi isyarat bagi masuknya teknologi Long Term Evolution (LTE), sebuah teknologi komunikasi yang saat ini bisa disebut para-generasi keempat (4G).

Riset itu memperlihatkan, alokasi pita 700 MHz untuk LTE akan meningkatkan jumlah pelanggan internet di Indonesia sampai 22 persen, Korea hingga 14 persen, India 21 persen, dan Malaysia 23 persen. Di negeri ini akan bertambah 9,7 juta pelanggan internet hingga tahun 2020.

Barangkali hal ini juga akan memberi jalan pada teknologi LTE di Indonesia untuk membuka kemacetan broadband. Akan tetapi, lalu muncul pertanyaan lain, bagaimana dengan WiMAX, teknologi pra-4G yang bahkan sudah mulai menjalankan aktivitas pembangunan infrastrukturnya?

TEHKNOLOGI YANG BAKAL MENGUBAH DUNIA MASA YANG DATANG

WALIKOTA SUNGAI PENUH
 
 



1. Super Digital Libraries

Meningkatnya konektivitas internet menjadi penyebab utama mudahnya interaksi antara perpustakaan satu dengan yang lain. Perpustakaan tidak lagi hanya di akses di satu lingkup LAN atau WAN tetapi telah membentuk semacam perpusatakaan super yang dapat diakses manusia dari seluruh penjuru dunia.
haxims.blogspot.com
Adanya dukungan server dan database yang besar telah dimiliki oleh beberapa perpusatakaan khususnya yang bertaraf internasional. Meskipun seluruh informasi yang ada tidak semua bisa anda dapatkan dengan gratis.
Ruang perpusatakaan tidak lagi dipenuhi oleh tumpukan buku-buku tetapi jajaran server yang berkualitas dan kapasitas yang sangat besar yang berisi berbagai macam jutaan e- book.
Kita ambil contoh trend yang sudah ada sekarang misalnya kursus MIT yang sudah dapat dilaksanakan secara online atau trend "Google Book Search". Dengan era super digital library segala pertanyaan anda terhadap berbagai hal dapat terjawab secara cepat.
2. Gene Therapy and/or Stem Cells
haxims.blogspot.com

Upaya untuk modifikasi genetic akan semakin gencar dikembangkan oleh para ilmuwan, merubah gen bukan lagi hal yang tidak mungkin bahkan dapat dilakukan dengan mudah. Trik merubah genetic atau sel-sel tertentu akan berkembang dengan pesat. Bahkan bisa semudah merubah
blog anda.

3. Therapeutic Cloning

haxims.blogspot.com

Teknologi klonning bagian tubuh manusia akan berkembang. Tujuannya adalah untuk kesehatan, misalnya penyakit kanker yang kronis sehingga harus diangkat maka perlu dibuatkan klonningan agar memiliki karakteristik yang sama terhadap anggota tubuh yang di angkat. Sebab jika pengganti tidak memiliki karakteristik yang sama, anggota tubuh yang lain bisa menolak.

4. Penyebaran Teknologi Internet Wireless

haxims.blogspot.com

Teknologi WiMAX, 3G, 4G dan seterusnya akan mudah tersebar ke seluruh penjuru dunia hingga ke pelosok. Setiap orang bisa online dimana saja setiap saat. Hal itu akan mengimplikasikan semakin mudahnya koneksivitas berbagai peralatan komunikasi dengan berbagai platform. Misalnya anda ingin menghubungkan alarm pencuri rumah anda dengan Handphone anda akan sangat mudah.

5. Mobile Robots

Defence Advanced Research Projects
(DARPA) telah memiliki program sejak tahun 2005 untuk menyelenggarakan DARPA Chalenge (kontes
Mobil robot). mobil-nmobil ini tanpa awak dan tanpa remote control. Ia bisa menjalankan tugas yang diberikan untuk mengantarkan sesuatu hingga ke tujuan dengan mengetahui peta jalan raya dan berbagai seluk beluknya.

haxims.blogspot.com

Teknologi ini telah lama dikembangkan oleh militer AS untuk mengurangi korban jika terjadi perang kota, tujuan awalnya adalah mobil dengan misi pen-supply yang mampu menembus jalan, manuver, navigasi yang handal yang berbasis mesin intelegence dan teknologi robot.

Mesin ini juga dilengkapi dengan alat sensor dan yang super canggih. Alat tersebut mampu menjelaskan semua karakteristik lingkungan yang dilalui untuk membawa tugas yang diberikan.

6. Location-Based Computine

Teknologi ini telah dikembangkan oleh perusahaan TED dimana projek ini dikembangkan oleh pemuda asal india, Pranav Mistry dengan teknologinya yang disebut teknologi indera keenam.

haxims.blogspot.com

Segala sesuatu bisa anda masukkan ke dalam dunia data sesuai keinginan pikiran anda. Misalnya anda berimajinasi menggunakan telapak tangan anda untuk telepon itu bisa dilakukan, atau selembar kertas untuk browsing itu bisa dilakukan hanya dengan seperangkat alat yang mampu menghubungankan dunia dengan dunia data.

7. Desktop 3D Printing
haxims.blogspot.com

Kedepan anda bisa membuat dan mendownload desain 3 dimensi dan langsung di print dengan teknologi desktop 3D Printer. Step selanjutnya akan digunakan untuk mendesain gadget anda sendiri. Desain mainan anak anda, alat-alat rumah tangga, dll.

8. The Hydrogen Economy

haxims.blogspot.com

Penggunaan teknologi untuk merubah air menjadi hidrogen atau gas lainnya. Artinya air bisa dijadikan sebagai bahan bakar. Penelitian beberapa ilmuwan menyatakan bahwa unsur yang terkandung dalam hydrogen bisa dibentuk dari air. Hal ini akan meningkatkan perekonomian dunia, sebab bahan bakar adalah kebutuhan penting umat manusia bisa diganti dengan air.

5 PENEMUAN BANGSA MESIR YANG MASIH KITA GUNAKAN SAMPAI SAAT INI

RADAR JAMBI: TONI.S


, gak nyangka ternyata mesir toh penemunya.. : Berikut penemuannya...
Jam air
Cara kerjanya mirip jam biasa, cuma yang ini pake media air
Bingung ya... sama, gue juga.. hahaha



Pen
Beneran, ini adalah pen.... walau sebenarnya lebih mirip penggaris... :D



Sepatu hak tinggi
Buset, baru tau ternyata ini juga penemuan bangsa mesir



Kertas
Ternyata bangsa mesir yang menemukannya.. :D



Dan yang terakhir..... KONDOM
Siapa yang gak kenal benda yang satu ini?
dan mesir loh yang menemukannya.... hahaha



Andai saja para penemu itu masih hidup sampai sekarang, alangah terkejutnya mereka bawa penemuannya telah berhasil di modernisasi oleh kita...

CARA KERJA SPERMA UNTUK MEMBUAHI SEL TELUR

RADAR JAMBI: TONI.S


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNe2MJVvwbUdbEdWtOppHyIQQbr0NVwXy6-akJfUbX7LIJBlNkAKBiJM0BAmUv6MywjTS-3BQvqVT5M-K6ygHUautO3ri4UBbFZcD4RVFnV5w6ry9swRToMdRLj4rtHPYCLbAU14tTM8Rv/s400/tlr+sperma.jpg Ada banyak mitos tentang sperma yang ada di sekitar dan dianggap sebagai pengetahuan umum. Sebagian di antaranya benar, namuan ada pula yang tidak berdasar. Dengan berbagai alasan seperti rasa malu, banyak orang yang tidak mengajukan berbagai pertanyaan seputar sperma kepada ginekologis.

Simak 10 mitos dan fakta yang berkaitan dengan sperma seperti dikutip dari Genius Beauty berikut.
1. Sperma bisa dijadikan zat kosmetik unik dengan efek peremajaan tubuh Sperma memang mengandung unsur berguna bagi tubuh bila berada di lingkungan yang sesuai. Namun, pada beberapa orang, sprema menimbulkan reaksi alergi.
2. Berapa lama pria tidak melakukan seks bisa dilihat dari warna sperma Beberapa hal dapat dideteksi dari warna. Kita bisa menentukan jumlah dan konsentrasi yang akan mempengaruhi warna sperma. Makin banyak dan padat bentuk sperma, menandakan jumlah sperma makin besar dan kemungkinan si pria sudah lama tidak bercinta.

3. Rasa sperma tergantung asupan makanan
Dalam beberapa hal benar yang bergantung pada asupan makanan manis atau pedas. Namun, sperma memiliki citarasa tersendiri yang dapat memblokir rasa lainnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFJ6cs4QwziEt4Akd8TMR6HxklnvW3Z8L92-2kNcxx7HFPgpZNJpVFDoG8X6vysgW3ZjrN5XXeXX5cXzA4v61Je62zLT_PC9C9hDYoKQs19Ft56Nq2pDQRBw87V_1k7lVBfk-BqyJt_cFe/s400/sperma_buatan.jpg
4. Konsumsi alkohol mempengaruhi sperma Alkohol mempengaruhi sperma secara tidak langsung. Konsumsi alkohol berlebih secara teratur akan mengurangi potensi reproduksi pria.

5. Menahan diri tak melakukan hubungan seks dapat meningkatkan jumlah sperma Benar, namun jangan berlebihan. Pria harus mengeluarkan sperma setelah 7-10 hari atau kinerja sperma akan menurun. Hubungan intim sebanyak dua kali seminggu mendekati hari-hari ovulasi adalah waktu paling sempurna bila menginginkan kehamilan.

6. Kualitas sperma menurun seiring usia yang bertambah tua
Dari segi kualitas, sperma umumnya tidak berubah, namun dari sisi kemungkinan untuk membuahi sel telur semakin menurun.
http://dotproductions.files.wordpress.com/2010/04/sperma2.jpg

7. Memakai pakaian ketat tidak sehat
Pakaian ketat akan mengurangi aliran darah ke testis sehingga membuat testis panas. Akibatnya jumlah spermatozoon (benih sperma) dilepaskan selama ejakulasi lebih rendah. Sehingga pria disarankan untuk memakai pakaian dalam yang longgar.

8. Proses produksi spermatozoon membutuhkan lingkungan dengan suhu 3-5 derajat di bawah suhu tubuh.
 

9. Tubuh manusia memproduksi 70-150 juta spermatozoon tiap hari 
10. Kecepatan spermatozoon saat ejakulasi mencapai 18-45 km/jam.

ATURAN ANEH YANG MASIH GADIS DI LARANG PAKAI ''HP''

RADAR JAMBI: TONI.S

Sebuah desa di Uttar Pradesh, India, memberlakukan aturan yang bisa dibilang diskriminatif. Bagaimana tidak, di Desa Baliyan tersebut kini terdapat sebuah peraturan adat bahwa gadis yang belum menikah dilarang menggunakan ponsel.

"Semua orangtua diminta menjaga agar anak-anak perempuan yang belum kawin tidak menggunakan ponsel. Anak laki-laki masih boleh, tetapi harus dengan pengawasan orangtua," ujar Satish Tyagi, juru bicara Dewan Adat Desa Baliyan, seperti dilansir Calcutta Telegraph, Rabu (24/11/2010).

Aturan tersebut dibuat dengan alasan bahwa banyak gadis desa yang minggat dan kawin lari sejak ponsel masuk ke sana. Tak kurang ada 23 gadis yang melawan nasihat orangtuanya sejak mengenal ponsel. Dengan larangan itu, warga berharap hubungan gelap melalui ponsel bisa dihindari.

"Dewan adat meyakini bahwa pasangan-pasangan tersebut merencanakan kawin lari lewat komunikasi melalui ponselnya," ujar tetua adat Jatin Raghuvanshi. Padahal, salah satu alasan di balik maraknya kawin lari ini tak lepas dari penerapan kasta di kalangan masyarakat pedesaan.

Di India, kasta memang sudah dilarang secara hukum. Namun, dalam kenyataannya, penduduk, terutama di desa-desa, masih menerapkan hal itu. Perkawinan antarkasta dilarang sehingga pelaku sering kali mendapat hukuman sosial dan tak dianggap lagi oleh kastanya.

HANYA MEMILIKI HANDPHONE DI JEBLOS KE PENJARA ''SADIS''

RADAR JAMBI: TONI.S




  Sebut saja Nani, pekerja rumah tangga Indonesia di Uni Emirat Arab, dijebloskan majikan ke penjara karena kedapatan memiliki handphone dan ada SMS dari seorang laki-laki Banglades.

Temuan penelitian Pusat Kajian Wanita dan Jender UI menunjukkan, memiliki handphone adalah larangan besar begitu masuk rumah majikan. Sekitar 80 persen TKW Indonesia mendekam di penjara UEA karena tuduhan kasus asusila. Setelah diselidiki, ternyata berupa hubungan dengan laki-laki, termasuk hubungan bermesraan melalui handphone (ponsel).

Terdapat jurang antara kultur Arab dan kultur Indonesia yang tidak dipahami banyak pihak terkait ”bisnis” migrasi. Secara budaya, pekerjaan domestik dianggap pekerjaan tambahan, kotor, berbahaya, ”undangan kerja dalam keluarga”, dan tidak dianggap layak masuk sebagai pekerjaan formal sehingga dianggap tidak perlu ada hukum khusus yang mengatur. Padahal, ketiadaan hukum ini adalah sumber utama berbagai persoalan.

Pemantauan dari representasi negara pengirim berhenti sampai pintu rumah majikan karena ketidakseimbangan dengan negara penerima. Selanjutnya, apa yang terjadi di dalam rumah adalah perwujudan relasi kuasa berdasarkan perbedaan kelas, ras, bangsa, dan jender.

Pembedaan
Ketiadaan hukum khusus dalam sektor domestik, baik di negara pengirim maupun penerima, menyebabkan pembedaan perlakuan yang sangat timpang antara pekerja formal dan informal. Salah satunya urusan TKW ditempatkan di kantor imigrasi, di bawah kementerian dalam negeri, bukan kementerian ketenagakerjaan.

Di rumah aman KBRI Abu Dhabi setiap hari selalu terdapat 60-70 orang TKW yang lari dari rumah majikan karena berbagai sebab dan sekitar 100 orang di Konjen RI Dubai. Kasus lari dari majikan adalah kasus terbesar, yang oleh negara penerima dianggap merugikan.

Pemerintah mengatasi persoalan ini dengan mensyaratkan kontrak yang harus ditandatangani TKW di depan kantor imigrasi UEA. Artinya, ada multikontrak yang menyebabkan ketidakpastian hukum. Pertama, kontrak di Tanah Air seperti dipersyarakatan UU Nomor 39/2004. Kedua, kontrak antara majikan dan TKW di depan pejabat imigrasi (dalam praktiknya dapat ditandatangani di mana saja, bahkan di jalan). Ketiga, kontrak antara majikan dan agensi di UEA yang sama sekali tidak melibatkan TKW, di UEA ditulis dalam bahasa Inggris dan Arab.

Di UEA keberadaan TKW Indonesia sangat diinginkan karena sifat patuh, loyal, pekerja keras, dan beragama sama. Namun, sekaligus mereka dilekati stereotip tidak menguntungkan sebagai ”mudah berpacaran”, ”imoral”, dan senang ”mejik”, yang semua menunjukkan jurang budaya.

Relasi ras, kelas, jender
Fenomena keberadaan TKW di UEA dapat dijelaskan dari kultur Arab dan klasifikasi yang dibangun berdasarkan identitas. Secara jelas kultur mereka membedakan ”orang Arab” dan ”bukan Arab” dalam kedudukan tidak setara. Kultur mereka juga menempatkan perempuan (istri, anak, apalagi ”pembantu rumah tangga”) sebagai ”milik” laki-laki.

Mengacu pada persoalan identitas, secara sosial-budaya TKW dilihat sebagai ”liyan” karena perbedaan ras, kelas, dan seksualitasnya sebagai perempuan. Mereka juga dilihat sebagai warga dari bangsa ”miskin”. Di rumah aman di UAE, kekerasan tidak hanya fisik, tetapi juga verbal dengan penyebutan ”bangsa asal” yang merendahkan. Pelaku kekerasan adalah juga (staf) agensi, yang di UAE terdiri atas berbagai bangsa dan kalangan (termasuk ningrat).

Relasi kelas ditunjukkan dengan adanya kekerasan seksual, dilakukan majikan laki-laki dan perempuan. Pembedaan terhadap perempuan Arab dan bukan Arab secara umum kelihatan dari keharusan TKW Indonesia menyerahkan biodata lengkap, termasuk foto wajah, badan, tanpa dan dengan penutup kepala. Padahal, perempuan berfoto tidak diperkenankan bagi perempuan Arab. Biodata dengan foto inilah yang menentukan apakah seorang TKW dipilih atau tidak oleh calon majikan di kantor agensi.

Ekonomi global
Jutaan rumah tangga telah menjadi keluarga multibangsa dengan kehadiran para TKW. Mereka menyumbang remitansi ke negara asal dan ekonomi global. Peran mereka dalam rumah tangga memungkinkan produksi barang dan jasa dalam perputaran ekonomi global terus berjalan. Mereka juga memperkenalkan budaya kuliner Indonesia ke rumah tangga Timur Tengah, yang potensial menjadi industri masa depan. Keberadaan mereka menggiatkan bisnis perbankan, pengiriman barang dan uang, penerbangan, serta firma hukum.

Remitansi sosial juga dihasilkan. Setelah mereka pulang, ada yang memanfaatkan akumulasi modal untuk berwirausaha atau keterampilan berbahasa asing dan pengetahuan umum yang mengantarkan beberapa di antaranya menjadi kepala desa.

Memahami keberadaan fenomena migrasi dari berbagai sisi sepertinya menunjukkan upaya penghentian pengiriman bukan solusi terbaik. Apalagi, membekali mereka dengan ponsel.

Yang dibutuhkan penguatan perlindungan hukum berupa perjanjian bilateral dengan negara penerima. Tak kalah pentingnya, akses keadilan berupa pengetahuan hukum (yang melindungi dirinya), jaminan terhadap identitas hukum (memegang paspor dan kontrak), serta mekanisme bantuan hukum.

Oleh Sulistyowati Irianto, Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia.